MK08 — Manajemen Bencana Massal & Simulasi Klinis Terintegrasi (Capstone)
Modul 1-8 membahas setiap fase penanganan MCI secara berurutan namun terpisah — deteksi, komando, triase, hingga rujukan — namun dalam kejadian nyata seluruh fase ini mengalir cepat dan saling tumpang tindih, menuntut sintesis menyeluruh yang hanya bisa dilatih melalui simulasi berkelanjutan.
Modul ini penting sebagai puncak latihan sebelum evaluasi akhir fellowship pada Modul 10, menempatkan peserta dalam simulasi yang paling mendekati kompleksitas insiden massal nyata yang mungkin mereka hadapi di lapangan.
Simulasi ini dirancang sebagai skenario yang mengalir tanpa jeda antar-fase, mencerminkan bagaimana insiden massal nyata berkembang: mulai dari deteksi tanda awal potensi crowd disaster (Modul 1), aktivasi struktur komando dan pelaporan ke jalur yang sesuai (Modul 2), pelaksanaan triase skala besar terhadap korban yang berdatangan (Modul 3), hingga aktivasi sistem rujukan berjenjang termasuk kemungkinan surge capacity KKHI (Modul 7).
Skenario: pada hari-hari Tasyrik, terjadi desakan massa mendadak di salah satu jalur menuju jamarat akibat pertemuan dua arus jemaah dan informasi keliru yang menyebar (mengacu pada faktor pemicu Modul 1). Puluhan jemaah dari berbagai kloter dan negara mengalami cedera dengan tingkat keparahan bervariasi dalam waktu singkat.
Elemen Kejutan Fasilitator: pada pertengahan simulasi, fasilitator dapat memperkenalkan elemen kejutan seperti 'jalur komunikasi radio utama terganggu' atau 'jumlah korban ternyata dua kali lebih banyak dari perkiraan awal', melatih peserta beradaptasi terhadap kondisi lapangan yang jarang berjalan sesuai rencana yang rapi.
Dalam sesi simulasi skala penuh yang melibatkan seluruh angkatan fellowship, peserta yang berperan sebagai dokter kloter pertama di lokasi 'kejadian' segera mengenali pola crowd crush dan melaporkannya melalui jalur komando simulasi, alih-alih mencoba mengoordinasikan evakuasi secara independen. Ketika fasilitator memperkenalkan elemen kejutan bahwa jumlah 'korban' ternyata dua kali lipat dari laporan awal, tim peserta harus dengan cepat merevisi alokasi triase dan mengomunikasikan kebutuhan tambahan sumber daya ke 'KKHI' simulasi — melatih fleksibilitas pengambilan keputusan di bawah tekanan yang sesungguhnya akan mereka hadapi bila insiden serupa terjadi di lapangan nyata.
1. Helbing D, Johansson A, Al-Abideen HZ. Dynamics of crowd disasters: an empirical study. Phys Rev E. 2007;75(4). Tersedia di: https://arxiv.org/pdf/physics/0701203
2. Mehrvarz S, Manoochehry S, Bagheri MJ, Einollahi B, Ganjeh M, Doroudi T, Marashi SA. Evaluation of trauma management in injured Iranian Hajj pilgrims in 2015 Mina stampede. Iran Red Crescent Med J. 2021;23(3):e92. doi:10.32592/ircmj.2021.23.3.92. Tersedia di: https://www.ircmj.com/article_188691.html